Hai Guys,
Aku mau sedikit cerita tentang kehidupan percintaan aku yang sedikit mengenaskan, wait, sedikit? oh no no nooooo..!!! Sangat mengenaskan lebih tepatnya.. Hahahaha.. Whatever deh mau sedikit kek mau sangat kek intinya tetap satu yaitu mengenaskan T_T
Pertama kali aku suka sama lawan jenis itu waktu aku masuk SMA disitu aku melihat sosok lelaki yang wajahnya bak seorang artis ganteng banget yang tak lain adalah senior aku. Bisa dibilang ini cinta pada pandangan pertama, pada awalnya aku kurang bahkan cenderung tidak percaya dengan cinta jenis ini akan tetapi aku percaya setelah mengalaminya sendiri. Sudah menjadi hal yang biasa jika pada masa-masa itu, masa-masa remaja dimana mulai menyukai lawan jenis, akhirnya aku duluan yang mendekati itu senior dan pada akhirnya kita mulai akrab (asiiikkkk) dan seiring berjalannya waktu rasa kagum, rasa memuji ketampanannya pun mulai berubah menjadi sebuah rasa cinta dan disitu aku sadar kalau kita tak bisa menjalani hubungan kearah yang lebih serius karena kita berbeda keyakinan dan aku pun mundur secara perlahan.
Seiring waktu bergulir, ada seorang teman gereja yang songong dan ngocol dan dia suka mengusik ketenangan aku dan itu sanggat menganggu aku dan aku sangat tidak menyukai dia. Akan tetapi pertahanan dia kokoh dan justru semakin aku terlihat kesal semakin dia senang ganggu aku sampai suatu hari aku mencoba untuk berteman dengan dia, siapa tahu dia ingin berteman sama aku tapi tidak tahu cara memulainya. Setelah kita berteman ternyata oh ternyata dia sudah punya kekasih akan tetapi hal itu bukan masalah besar sehingga kami tetap berteman baik karena memang pure teman.
Tak lama kemudian, dia bercerita ke aku kalau dia dan kekasihnya itu sudah putus, aku kaget tapi tetap cuek dan tidak terlalu menanggapi perihal berakhirnya hubungan mereka dan tak lama setelah itu dia mendekati teman TK aku padahal dia tau kalau teman TK aku sudah punya pacar dan singkat cerita teman TK aku pun putus dengan kekasihnya itu dan pada akhirnya mereka berdua pacaran. Selama mereka pacaran, dia jadi menjauh dari aku dan disitu untuk pertama kalinya aku merasa kehilangan. Dan aku pun tetap menjalani kegiatan aku seperti biasa.
Selesai lulus SMA, aku tidak langsung kuliah dan juga tidak kerja selama 1 tahun dan masuk di tahun ke 2 setelah itu aku memutuskan untuk bekerja karena orang tua ku tidak mau kuliahin aku kalau aku tetap ngotot mau ambil jurusan sastra. Dunia kerja yang melibatkan banyak orang dengan berbagai karakter yang berbeda-beda pula membuat aku senang dan selalu ceria ketika menyapa atau pun disapa. Sehingga beberapa dari mereka yang kebanyakan berkelamin laki-laki dan sepantaran sama aku membuat kita mudah bergaul dan lama-kelamaan aku mulai tertarik dengan seseorang diantara teman-temanku yang lain dan ternyata bukan hanya aku yang tertarik sama dia, ternyata dia juga suka sama aku sehingga kami mengambil komitmen untuk pacaran. Setelah itu, hari-hari aku berubah jadi indah. Ini merupakan pertama kalinya aku pacaran dan ini menjadi moment yang tak akan pernah aku lupakan.
Baru berjalan 3 hari, pas waktu mau jalan bareng, ketahuan sama mama kalau aku sama dia pacaran dan kali itu mama benar-benar marah sama aku dan untuk pertama kalinya pagar rumah digembok padahal aku belum masuk rumah. Aku ngerti sebenarnya kenapa mama sebegitu marahnya sama aku, alasannya cuma 1 yaitu perbedaan keyakinan. Aku sadar sebenarnya kalau aku salah tapi disatu sisi aku sayang sama dia jadi aku nekat untuk berkomitmen sama dia. Semenjak kejadian itu, hubungan aku sama dia mulai tidak baik dan pada akhirnya aku memutuskan untuk putus tepat 1 minggu kita jadian.
Aku tak ingin berlama-lama merasakan sakitnya hati sehingga aku pegang prinsip ini "jika kita mudah mendapatkannya, kita juga dengan mudah melepaskannya" aku kan baru jadian, pasti nggak susah buat lupakannya dan memang seiring berjalannya waktu hati aku bisa pulih kembali. Tak sampai disitu, aku pun mulai petualangan lagi ketika ada seorang pria yang selalu menyatakan perasaannya padaku walau sudah aku tolak.
Sewaktu dia putus, dia mulai menunjukan perhatian lebih ke aku dan mulai ada rasa tertarik sama aku sampai suatu hari dia nanya apakah aku suka sama dia atau tidak? Dan disitu aku bilang tidak, karena jika aku bilang iya akan banyak hati yang terluka salah satunya sahabat kecil aku yang ternyata suka juga sama dia selain itu aku tidak ingin melanggar komitmen aku yang tak mau pacaran dulu sebelum lulus SMA.
Dua tahun setelah kejadian itu, tiba-tiba dia ngajak aku nonton lewat chat di facebook, aku ragu dan berpikir sejenak, lalu aku mengiyakan ajakan dia untuk nonton malam itu karena aku berpikir kesempatan tidak akan pernah datang dua kali. Dan kedekatan kami pun kembali terjalin dengan baik walau dalam perjalananya ada banyak hal yang membuatku sedih karena dia hanya menganggap aku sebagai sahabatnya dan singkatnya dia selalu jadian dengan orang lain akan tetapi setelah mereka putus dia selalu datang kembali ke aku walau selama mereka pacaran, aku tidak dijauhi seperti waktu itu.
Suatu hari, hal yang tidak pernah aku sangka terjadi, dia berubah menjadi sangat perhatian sama aku dan pada akhirnya dia menyatakan perasaannya padaku. Jujur saat itu aku bahagia sekali karena selama kurang lebih 5 tahun perasaan ini aku pendam akhirnya menemukan titik terang. Penantian aku akhirnya datang juga, dan dalam perjalanannya kami juga saling mengajak main ke rumah untuk saling memperkenalkan walau secara tidak langsung, dia juga mengajak aku lunch bareng papa mamanya dan kedua keluarga kami pun menerima kami secara baik.
Akan tetapi dibalik kedekatan kita itu tak ada komitmen yang mengikat alias HTS (hubungan tanpa status) hingga pada suatu saat, ia memutuskan untuk memutuskan kedekatan kita dengan alasan yang tak jelas dan tak masuk akal dan aku tetap berusaha memperjuangkan hubungan kita akan tetapi dia bersikeras tidak mau dan ternyata dia jalan dengan teman satu pelayanan kita dan disitu aku benar-benar kecewa dan merasa bodoh karena selama ini aku hanya dijadikan sebagai pelampiasan dia saja. Semenjak kejadian pahit itu, aku tidak mau membuka hati aku untuk sembarang pria.
Banyak hal yang telah aku lalui, manis dan pahitnya cinta pun sudah aku rasakan dan memang tidak mudah melupakan itu semua karena aku memang wanita yang sulit untuk jatuh cinta dan sulit juga melupakan orang yang aku sayang. Kali ini butuh waktu hingga 5 tahun lebih untuk aku bisa move on dan memulihkan hati aku, selama proses move on aku tak ingin membuka hati aku untuk orang lain karena aku tak ingin menjadikan mereka objek pelampiasan saja. Akan tetapi sekarang, aku ingin membuka hati aku untuk seorang pria yang belakangan ini dekat dengan aku.
Awal kedekatan kami bermula pada waktu dia menemani temannya membawakan firman Tuhan di pesekutuan anak sekolah minggu di komplek rumah aku. Sebelumnya kami sudah saling mengenal akan tetapi tidak dekat karena memang aku tidak menyukainya, aku tidak suka karena omongannya yang terkesan ceplas-ceplos. Setelah acara sekolah minggu selesai, aku, dia, dan dua temannya makan bareng karena memang sebelumnya aku minta di traktir sama dia karena dia habis ulang tahun.
Setelah kejadian makan malam itu, dia mulai menghubungi aku lewat sosmed dan kemudian berlanjut ke bbm dan sms tak hanya itu dia juga sering menjemputku di kantor ataupun di mall kalau aku ada travel fair. Awalnya aku menolak tawarannya karena aku tidak mau merepotkannya lagi pula aku bisa kok pulang sendiri akan tetapi dia selalu menyanggah dengan mengatakan kalau aku tidak merepotkannya dan dia selalu ngajak aku puilang bareng hingga pertahanan aku pun mulai runtuh bahkan lama-kelamaan aku sendiri yang minta dijemput hahahaha. Suatu hari, dia mulai mengutarakan perasaannya padaku, dia bilang dia suka sama aku dan sudah lama memperhatikan aku, hmm, aku tidak tahu harus berkata apa karena memang aku tidak ada perasaaan apa-apa ke dia. Aku hanya menganggap dia kakak dan aku jujur terhadapnya dengan perasaanku tersebut.
Sikap yang dia tunjukkan ke aku benar-benar tulus dan mau berkorban, dia juga sangat perhatian dan baik sama aku, bahkan sama keluargaku pun dia berlaku baik dan tidak pernah nolak jika aku ajak dia main ke rumah tante dimana tempat biasa aku kumpul dengan keluarga dari mama dan keluargaku pun menerima dia dengan tangan terbuka hingga semua keluarga dan beberapa orang menganggap kita pacaran. Tiba-tiba, dia menyatakan perasaannya padaku dan saat itu aku mencoba membuka hati aku untuk menerimanya walau jawaban yang aku berikan agak sedikit menggantung karena pengorbanan dan kejujuran yang dia tunjukkan padaku.
Tapi kini, itu semua hanya kenangan karena setelah kita saling terbuka tentang perasaan kita masing-masing, dia justru malah mengindar dari aku dan alasannya juga tidak masuk akal sebenarnya tapi, aku menghargai keputusan dia karena memang saat ini dia lagi fokus untuk pelayanannya saat ini dan tahun-tahun kedepannya karena tahun depan ikatan dinas dia di Jakarta selesai dan masih belum tahu mau lanjut pelayanan dimana. Sekarang ini aku hanya bisa pasrah dan menyerahkan masalah ini ke dalam tangan Tuhan karena memang kalau jodoh nggak akan kemana kan? :)
Aku percaya bahkan sangat percaya dengan perkataannya kalau dia sayang sama aku dan jika memang Tuhan berkenan mempersatukan kita, Dia pasti akan buka jalan. Itu yang dia ucapkan dan kita sama-sama berdoa agar jika tiba waktunya nanti kita sudah siap. Kita bergumul agar bisa bersatu akan tetapi jika aku bukan tulang rusuknya, aku hanya bisa berharap suatu hari nanti Tuhan akan mempertemukan aku dengan orang yang tepat dan waktu yang tepat.
Gimana kisah cinta aku? Ngenes kan? Sebenarnya sih biasa aja dan aku yakin setiap kalian pasti pernah atau sering bertemu dengan orang salah akan tetapi kegagalan itu akan membawa kita bertemu dengan orang yang tepat. Jangan putus asa jika kalian masih gagal dalam sebuah hubungan, terus berjuang dalam menemukan orang yang tepat itu. :D
SE.MA.NG.AT!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar