Kamis, 17 September 2015

Memilih Pasangan Hidup Yang Dari Tuhan oleh Cross Crown Glory

Memilih Pasangan Hidup Yang Dari Tuhan
Banyak sekali anak-anak muda yang terjerumus dalam pergaulan pria dan wanita. Kasus-kasus yang sering terjadi di kalangan anak muda adalah :
  • Salah pilih pasangan yang mengakibatkan putus cinta yang membuat sakit hati, kepahitan, trauma, dll
  • Salah pilih pasangan yang akhirnya ketika menikah, bagaikan neraka di dunia
  • Sembarangan bergaul / ‘berpacaran’ dengan cara yang salah sehingga jatuh dalam dosa percabulan bahkan perzinahan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hubungan antara anak-anak muda pria dan wanita:  

Kasih Kristus merupakan dasar persahabatan (1 Timotius 5:12, 2 Timotius 2:22)

Sejak muda belajar bersahabat dengan penuh kemurnian karena pernikahan adalah persahabatan seumur hidup. Ingatlah bahwa segala hubungan harus dimulai dari kasih Kristus di dalam hidup kita. Kita dapat membangun suatu hubungan dengan baik apabila kita telah mengalami kasih Bapa dan dipulihkan. Seseorang belum pantas mencari atau mendapatkan seorang pasangan apabila orang itu belum memenuhi syarat-syarat tertentu baik pria maupun wanita. Kedua orang ini harus dipulihkan terlebih dahulu. Apabila buah seseorang belum matang, maka buah itu akan terasa pahit. Demikian juga dengan kita, apabila dalam membangun suatu hubungan kita belum matang, maka akan muncul berbagai macam masalah karena kita belum siap dinikmati (belum matang) 

Pasangan hidup sesuai dengan standart Allah (2 Korintus 6:14-15)

  1. Harus seiman, sevisi. Allah memiliki suatu standar khusus dalam memilih pasangan hidup Pasangan hidup haruslah seiman, seimbang, sepadan dan sevisi.
a)      Seiman.
Alkitab melarang dengan keras kita memilih pasangan di luar Kristus karena terang tidak bisa bersatu dengan gelap. Tidak ada istilah spekulasi dalam hal ini. Kita tidak dapat seolah-olah bersifat seperti seorang ‘pahlawan’ yang akan menobatkan pasangan kita
b)      Seimbang
bukan berarti bahwa segalanya harus sama, tetapi seimbang berarti kita dapat mengikuti jalan pikiran dan tindakan pasangan kita. Contoh yang tidak seimbang. Yang laki sangat pintar, lulusan S3, sedangkan yang perempuan lulusan SD, maka kedua orang ini akan sulit berkomunikasi. Sebenarnya kekayaan, kedudukan, kepandaian, suku dan lain-lain tidak menghalangi kita, dan bukan merupakan syarat utama, tetapi akan menjadi masalah apabila tidak dibicarakan dan diatasi sejak awal. Yang penting di sini adalah seimbang dalam jalan pikiran dan tingkat kerohanian (sama-sama bisa melayani dan menggenapi rencana Tuhan dalam hidup mereka)
c)      Sevisi
berarti kita memiliki visi yang sama dengan pasangan kita. Visi yang sama tidak berarti melayani atau memiliki panggilan dalam bidang yang sama, tetapi bersifat saling mendukung untuk mendukung suatu visi yang dapat dicapai dengan kerjasama di antara mereka. Contoh: yang laki seorang penginjil, yang perempuan seorang pendoa yang bersama-sama bekerja untuk memenangkan jiwa-jiwa.

Syarat seorang pria boleh mendapatkan pasangan (pria sejati) :
  •  
  •  Sudah dewasa secara rohani; Seorang pria harus menjadi imam dalam sebuah keluarga, karena suami melambangkan Kristus. Seorang pria harus dewasa secara rohani dan sudah dipulihkan sehingga nantinya mampu membimbing wanita dan mengambil keputusan dalam keluarga, bukan malah dikendalikan oleh istri  
  • Memiliki visi / tujuan hidup; Sehingga dia memiliki arah yang jelas dalam hidupnya untuk menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya bersama seorang wanita sebagai penolong untuk bersama-sama memenuhi visi yang Tuhan berikan kepada mereka
  • mengasihi pasangannya (Efesus 5:25)
  • Bertanggung jawab
  • Sudah bekerja

Syarat seorang wanita boleh mendapatkan pasangan (wanita bijak) :
1. Memiliki visi, Wanita adalah seorang penolong, tetapi wanita juga harus memiliki visinya sendiri, tidak bergantung pada laki-laki. Seorang wanita harus memiliki visi yang jelas yang diterima dari Tuhan, dimana visi itu sepadan dengan visi pasangannya untuk menggenapi rencana Tuhan dalam hidup mereka
2. Cantik luar dalam, Seorang wanita harus memiliki kecantikan luar dalam. Dia juga harus pandai merawat tubuhnya. Terlebih penting kecantikan dalam (inner beauty) yang merupakan faktor utama. Seorang wanita harus dipulihkan dari berbagai macam kepahitan dan kekecewaan. Dia tidak boleh mencari pasangan karena kesepian, kurang kasih sayang, dll, sehingga cinta hanya merupakan pelampiasan kebutuhan emosionalnya. Seorang wanita harus benar-benar dipulihkan terlebih dahulu sehingga ia dapat mendukung pasangannya dengan luar biasa. Tidak menjatuhkan tetapi malah membuat pasangannya berhasil
3. Dapat ditundukkan laki – laki (Efesus 5:22-24), Wanita diciptakan sebagai seorang penolong laki-laki tetapi wanita bukanlah seorang pembantu. Walaupun demikian, wanita harus belajar penundukan diri terhadap pasangannya. Dia tidak boleh memiliki roh controlling yang selalu mengendalikan laki-laki, karena laki-laki adalah seorang kepala

Pertunangan Bukan Pacaran Duniawi
  • Sejak awal ada kepastian menikah, bukan coba – coba
Hubungan pria-wanita harus langsung dipikirkan sampai ke jenjang pernikahan. Bukan untuk mencari kesenangan belaka. Bukan untuk mengisi hati yang kesepian atau kosong. Seringkali anak muda terjebak dalam memilih pasangan dengan sistem ‘trial and error’ atau coba-coba. Kalau cocok ya jadi dan menikah, kalau tidak putus saja. Sistem ini memiliki dampak yang buruk. Kedua pihak atau salah satu pihak akan merasa sakit, dan bagi perempuan, ada kemungkinan dia akan dinilai ‘buruk’ oleh lingkungannya karena gonta-ganti ‘pacar’
  • Dasar hubungan adalah kasih Allah, bukan nafsu asmara
Seringkali anak muda memiliki hubungan pria-wanita yang berdasarkan pada nafsu asmara. Kasih yang dimiliki bukanlah kasih agape tetapi kasih eros yang penuh dengan nafsu. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada masa ‘berpacaran’ atau persahabatan antara pria dan wanita :
-        Bergandengan tangan
-        Berpelukan
-        Mencium (apapun)
-        Kontak fisik dalam bentuk apapun
Mengapa hal ini dilarang? Karena walaupun kelihatannya sepele, hal-hal di atas (adanya kontak fisik) akan mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang lebih jauh sehingga memicu terjadinya percabulan bahkan perzinahan. Hati-hati dengan tipu daya iblis!!!
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pergaulan pria dan wanita:
  1.  Janganlah berusaha mencari-cari pasangan. Adam diberi pasangan oleh Allah ketika ia masih tidur. Allah yang memiliki rencana dalam pernikahan. Hubungan pria – wanita adalah inisiatif dari Allah sendiri. Allah yang lebih bingung memberikan pasangan kepada kita daripada diri kita sendiri. Allah yang menggandeng tangan kita untuk mendapatkan pasangan, bukan kita yang menggandeng/menyeret tangan Tuhan untuk mendapatkan pasangan yang kita inginkan. Jadi percayalah kepada Tuhan, Tuhan pasti berikan yang terbaik (Kejadian 2:21)
  2. Walaupun kita berdiam, tetapi kita juga tidak boleh menjadi orang yang kuper (kurang pergaulan). Kita tetap memiliki banyak teman pria dan wanita. Jangan menutup hati kita. Pria dan wanita juga harus menjaga penampilan, merawat tubuh yang Tuhan berikan kepada kita karena tubuh kita adalah bait suci. (1 Korintus 3:16)
  3. Apabila kita yang telah memenuhi syarat pria sejati dan wanita bijak, maka ketika kita mulai menyukai seseorang, mulailah berdoa kepada Tuhan apakah dia adalah pasangan dari Tuhan. Kita perlu berkonsultasi dengan pemimpin kelompok sel atau gembala untuk membantu mendoakannya. Sebelum mendapat jawaban yang jelas, jangan mengambil langkah terlebih dahulu. Tetaplah berteman atau bersahabat seperti biasa tanpa bersikap ekstrim dan bersifat eksklusif. Peneguhan akan kita dapatkan dari teman-teman rohani dan gembala kita yang rohaninya dapat dipertanggungjawabkan. Gembala dapat membantu hubungan ini dengan sifat yang netral
  4. Selama masa mendoakan, kita dapat menyelami pribadi masing-masing. Tunjukkan semua kelebihan dan kelemahan kita. Bukan hanya kelebihan kita saja. Pada saat ini kita harus mulai berpikir jauh ke depan, apakah kita bisa hidup bersama dengan orang ini dengan segala kelemahan dan kelebihannya? Mulai kita telusuri visi dan tujuan hidupnya, panggilannya, apakah bisa sejalan dengan visi kita? Yang jelas, visi kita dengan orang itu harus bisa saling mendukung. Karena pasangan yang dari Tuhan pasti Tuhan berikan untuk menggenapi rencana Tuhan, jadi tidak mungkin saling berlawanan tujuan. Pasangan yang dari Tuhan pasti akan membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, bukan malah membuat kita mundur
  5. Dalam masa mendoakan, lakukanlah pengujian jarak dan waktu. Agar hati kita bisa netral di dalam doa, kita tidak boleh selalu berdua, telpon, sms atau bertemu dengan dia.  Percayalah, kalau dia pasangan dari Tuhan, semuanya akan diatur oleh-Nya. Jangan takut kehilangan. Belajar berserah kepada Tuhan. Ingat, Tuhan yang memiliki inisiatif pernikahan
  6. Pasangan yang dari Tuhan selalu dikonfirmasi oleh kedua belah pihak. Apabila bertepuk sebelah tangan, jangan nekat memaksa, itu bukan dari Tuhan!!!! Setelah itu, mulailah mengenal keluarga masing-masing untuk mendapat persetujuan. Lakukan doa dari kedua belah pihak dan mulailah berkomitmen untuk menjalin suatu hubungan (kita tidak menggunakan istilah pacaran/jadian di sini) dengan suatu hubungan yang kudus dari Tuhan, tanpa hawa nafsu yang menyesatkan
  7. Layani Tuhan bersama sesuai dengan visi yang Tuhan berikan. Pada waktunya Tuhan, lakukan pertunangan dan pernikahan
 Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua..

Rabu, 02 September 2015

Orang Yang Salah

Hai Guys,

Aku mau sedikit cerita tentang kehidupan percintaan aku yang sedikit mengenaskan, wait, sedikit? oh no no nooooo..!!! Sangat mengenaskan lebih tepatnya.. Hahahaha.. Whatever deh mau sedikit kek mau sangat kek intinya tetap satu yaitu mengenaskan T_T

Pertama kali aku suka sama lawan jenis itu waktu aku masuk SMA disitu aku melihat sosok lelaki yang wajahnya bak seorang artis ganteng banget yang tak lain adalah senior aku. Bisa dibilang ini cinta pada pandangan pertama, pada awalnya aku kurang bahkan cenderung tidak percaya dengan cinta jenis ini akan tetapi aku percaya setelah mengalaminya sendiri. Sudah menjadi hal yang biasa jika pada masa-masa itu, masa-masa remaja dimana mulai menyukai lawan jenis, akhirnya aku duluan yang mendekati itu senior dan pada akhirnya kita mulai akrab (asiiikkkk) dan seiring berjalannya waktu rasa kagum, rasa memuji ketampanannya pun mulai berubah menjadi sebuah rasa cinta dan disitu aku sadar kalau kita tak bisa menjalani hubungan kearah yang lebih serius karena kita berbeda keyakinan dan aku pun mundur secara perlahan.

Seiring waktu bergulir, ada seorang teman gereja yang songong dan ngocol dan dia suka mengusik ketenangan aku dan itu sanggat menganggu aku dan aku sangat tidak menyukai dia. Akan tetapi pertahanan dia kokoh dan justru semakin aku terlihat kesal semakin dia senang ganggu aku sampai suatu hari aku mencoba untuk berteman dengan dia, siapa tahu dia ingin berteman sama aku tapi tidak tahu cara memulainya. Setelah kita berteman ternyata oh ternyata dia sudah punya kekasih akan tetapi hal itu bukan masalah besar sehingga kami tetap berteman baik karena memang pure teman.

Tak lama kemudian, dia bercerita ke aku kalau dia dan kekasihnya itu sudah putus, aku kaget tapi tetap cuek dan tidak terlalu menanggapi perihal berakhirnya hubungan mereka dan tak lama setelah itu dia mendekati teman TK aku padahal dia tau kalau teman TK aku sudah punya pacar dan singkat cerita teman TK aku pun putus dengan kekasihnya itu dan pada akhirnya mereka berdua pacaran. Selama mereka pacaran, dia jadi menjauh dari aku dan disitu untuk pertama kalinya aku merasa kehilangan. Dan aku pun tetap menjalani kegiatan aku seperti biasa.

Selesai lulus SMA, aku tidak langsung kuliah dan juga tidak kerja selama 1 tahun dan masuk di tahun ke 2 setelah itu aku memutuskan untuk bekerja karena orang tua ku tidak mau kuliahin aku kalau aku tetap ngotot mau ambil jurusan sastra. Dunia kerja yang melibatkan banyak orang dengan berbagai karakter yang berbeda-beda pula membuat aku senang dan selalu ceria ketika menyapa atau pun disapa. Sehingga beberapa dari mereka yang kebanyakan berkelamin laki-laki dan sepantaran sama aku membuat kita mudah bergaul dan lama-kelamaan aku mulai tertarik dengan seseorang diantara teman-temanku yang lain dan ternyata bukan hanya aku yang tertarik sama dia, ternyata dia juga suka sama aku sehingga kami mengambil komitmen untuk pacaran. Setelah itu, hari-hari aku berubah jadi indah. Ini merupakan pertama kalinya aku pacaran dan ini menjadi moment yang tak akan pernah aku lupakan.

Baru berjalan 3 hari, pas waktu mau jalan bareng, ketahuan sama mama kalau aku sama dia pacaran dan kali itu mama benar-benar marah sama aku dan untuk pertama kalinya pagar rumah digembok padahal aku belum masuk rumah. Aku ngerti sebenarnya kenapa mama sebegitu marahnya sama aku, alasannya cuma 1 yaitu perbedaan keyakinan. Aku sadar sebenarnya kalau aku salah tapi disatu sisi aku sayang sama dia jadi aku nekat untuk berkomitmen sama dia. Semenjak kejadian itu, hubungan aku sama dia mulai tidak baik dan pada akhirnya aku memutuskan untuk putus tepat 1 minggu kita jadian.

Aku tak ingin berlama-lama merasakan sakitnya hati sehingga aku pegang prinsip ini "jika kita mudah mendapatkannya, kita juga dengan mudah melepaskannya" aku kan baru jadian, pasti nggak susah buat lupakannya dan memang seiring berjalannya waktu hati aku bisa pulih kembali. Tak sampai disitu, aku pun mulai petualangan lagi ketika ada seorang pria yang selalu menyatakan perasaannya padaku walau sudah aku tolak. 

Sewaktu dia putus, dia mulai menunjukan perhatian lebih ke aku dan mulai ada rasa tertarik sama aku sampai suatu hari dia nanya apakah aku suka sama dia atau tidak? Dan disitu aku bilang tidak, karena jika aku bilang iya akan banyak hati yang terluka salah satunya sahabat kecil aku yang ternyata suka juga sama dia selain itu aku tidak ingin melanggar komitmen aku yang tak mau pacaran dulu sebelum lulus SMA.

Dua tahun setelah kejadian itu, tiba-tiba dia ngajak aku nonton lewat chat di facebook, aku ragu dan berpikir sejenak, lalu aku mengiyakan ajakan dia untuk nonton malam itu karena aku berpikir kesempatan tidak akan pernah datang dua kali. Dan kedekatan kami pun kembali terjalin dengan baik walau dalam perjalananya ada banyak hal yang membuatku sedih karena dia hanya menganggap aku sebagai sahabatnya dan singkatnya dia selalu jadian dengan orang lain akan tetapi setelah mereka putus dia selalu datang kembali ke aku walau selama mereka pacaran, aku tidak dijauhi seperti waktu itu.

Suatu hari, hal yang tidak pernah aku sangka terjadi, dia berubah menjadi sangat perhatian sama aku dan pada akhirnya dia menyatakan perasaannya padaku. Jujur saat itu aku bahagia sekali karena selama kurang lebih 5 tahun perasaan ini aku pendam akhirnya menemukan titik terang. Penantian aku akhirnya datang juga, dan dalam perjalanannya kami juga saling mengajak main ke rumah untuk saling memperkenalkan walau secara tidak langsung, dia juga mengajak aku lunch bareng papa mamanya dan kedua keluarga kami pun menerima kami secara baik.

Akan tetapi dibalik kedekatan kita itu tak ada komitmen yang mengikat alias HTS (hubungan  tanpa status) hingga pada suatu saat, ia memutuskan untuk memutuskan kedekatan kita dengan alasan yang tak jelas dan tak masuk akal dan aku tetap berusaha memperjuangkan hubungan kita akan tetapi dia bersikeras tidak mau dan ternyata dia jalan dengan teman satu pelayanan kita dan disitu aku benar-benar kecewa dan merasa bodoh karena selama ini aku hanya dijadikan sebagai pelampiasan dia saja. Semenjak kejadian pahit itu, aku tidak mau membuka hati aku untuk sembarang pria.

Banyak hal yang telah aku lalui, manis dan pahitnya cinta pun sudah aku rasakan dan memang tidak mudah melupakan itu semua karena aku memang wanita yang sulit untuk jatuh cinta dan sulit juga melupakan orang yang aku sayang. Kali ini butuh waktu hingga 5 tahun lebih untuk aku bisa move on dan memulihkan hati aku, selama proses move on aku tak ingin membuka hati aku untuk orang lain karena aku tak ingin menjadikan mereka objek pelampiasan saja. Akan tetapi sekarang, aku ingin membuka hati aku untuk seorang pria yang belakangan ini dekat dengan aku.

Awal kedekatan kami bermula pada waktu dia menemani  temannya membawakan firman Tuhan di pesekutuan anak sekolah minggu di komplek rumah aku. Sebelumnya kami sudah saling mengenal akan tetapi tidak dekat karena memang aku tidak menyukainya, aku tidak suka karena omongannya yang terkesan ceplas-ceplos. Setelah acara sekolah minggu selesai, aku, dia, dan dua temannya makan bareng karena memang sebelumnya aku minta di traktir sama dia karena dia habis ulang tahun.

Setelah kejadian makan malam itu, dia mulai menghubungi aku lewat sosmed dan kemudian berlanjut ke bbm dan sms tak hanya itu dia juga sering menjemputku di kantor ataupun di mall kalau aku ada travel fair. Awalnya aku menolak tawarannya karena aku tidak mau merepotkannya lagi pula aku bisa kok pulang sendiri akan tetapi dia selalu menyanggah dengan mengatakan kalau aku tidak merepotkannya dan dia selalu ngajak aku puilang bareng hingga pertahanan aku pun mulai runtuh bahkan lama-kelamaan aku sendiri yang minta dijemput hahahaha. Suatu hari, dia mulai mengutarakan perasaannya padaku, dia bilang dia suka sama aku dan sudah lama memperhatikan aku, hmm, aku tidak tahu harus berkata apa karena memang aku tidak ada perasaaan apa-apa ke dia. Aku hanya menganggap dia kakak dan aku jujur terhadapnya dengan perasaanku tersebut.

Sikap yang dia tunjukkan ke aku benar-benar tulus dan mau berkorban, dia juga sangat perhatian dan baik sama aku, bahkan sama keluargaku pun dia berlaku baik dan tidak pernah nolak jika aku ajak dia main ke rumah tante dimana tempat biasa aku kumpul dengan keluarga dari mama dan keluargaku pun menerima dia dengan tangan terbuka hingga semua keluarga dan beberapa orang menganggap kita pacaran. Tiba-tiba, dia menyatakan perasaannya padaku dan saat itu aku mencoba membuka hati aku untuk menerimanya walau jawaban yang aku berikan agak sedikit menggantung karena pengorbanan dan kejujuran yang dia tunjukkan padaku.

Tapi kini, itu semua hanya kenangan karena setelah kita saling terbuka tentang perasaan kita masing-masing, dia justru malah mengindar dari aku dan alasannya juga tidak masuk akal sebenarnya tapi, aku menghargai keputusan dia karena memang saat ini dia lagi fokus untuk pelayanannya saat ini dan tahun-tahun kedepannya karena tahun depan ikatan dinas dia di Jakarta selesai dan masih belum tahu mau lanjut pelayanan dimana. Sekarang ini aku hanya bisa pasrah dan menyerahkan masalah ini ke dalam tangan Tuhan karena memang kalau jodoh nggak akan kemana kan? :)

Aku percaya bahkan sangat percaya dengan perkataannya kalau dia sayang sama aku dan jika memang Tuhan berkenan mempersatukan kita, Dia pasti akan buka jalan. Itu yang dia ucapkan dan kita sama-sama berdoa agar jika tiba waktunya nanti kita sudah siap. Kita bergumul agar bisa bersatu akan tetapi jika aku bukan tulang rusuknya, aku hanya bisa berharap suatu hari nanti Tuhan akan mempertemukan aku dengan orang yang tepat dan waktu yang tepat.

Gimana kisah cinta aku? Ngenes kan? Sebenarnya sih biasa aja dan aku yakin setiap kalian pasti pernah atau sering bertemu dengan orang salah akan tetapi kegagalan itu akan membawa kita bertemu dengan orang yang tepat. Jangan putus asa jika kalian masih gagal dalam sebuah hubungan, terus berjuang dalam menemukan orang yang tepat itu. :D

SE.MA.NG.AT!!!