Saat ini yang aku inginkan adalah segera MOVE ON! ya, hanya dua kata, MOVE ON!!
Aku sudah tidak tahan lagi dengan kelakuannya, semalam (8 Mei 2016) dia hampir saja membuat air mataku jatuh didepannya dan kakak rohaniku. Bagaimana tidak, dia bercerita tentang cewek yang sedang didekatinya semalem, awalnya dia tidak mau cerita akan tetapi setelah acara makan malam selesai dan kakak rohaniku selalu berusaha menanyakan siapa pacar dia yang sekarang? Hingga akhirnya, ia pun buka suara.
Dia menunjukkan foto-foto cewek tersebut ke kakak rohaniku dan kakak rohaniku kasih aku kode kalau cewek tersebut adalah cewek yang aku maksud. Sebelumnya aku pernah bilang kalau dia uda punya pacar sekarang ke kakak rohani aku. Lanjut, aku sudah curiga sama dia waktu aku cek timeline facebook, ada tulisan "Andreas commented this pictures" karena aku penasaran akhirnya aku buka dan aku menemukan beberapa comment dari dia "ya orang yang ku cintai", "ya orang ku sayang" dan itu membuat aku kecewa. Sangat sangat kecewa.
Akan tetapi, rasa kecewa itu tidak mengganggu pikiranku sama sekali sehingga aku pun tetap bisa menjani hidup dengan normal ditambah lagi dengan chatingan kita beberapa waktu lalu yang intinya dia tidak menunjukan bahwa dia uda punya kekasih dan seolah-olah dia ingin menarikku kembali dengan perkataan-perkataan yang ia berikan. Bahkan dia pun pernah bilang "o ya baguslah" ketika dia nanya aku lagi deket sama seseorang ya? Dan aku bilang gak, aku masih nyaman sendiri. Refleks aku kaget dengan reaksinya akan tetapi aku tetap nggak mau menanyakan hal itu lebih lagi.
Semalem, satu per satu kalimat yang ia lontarkan benar-benar menusuk hatiku hingga membuat goresan-goresan baru yang sangat indah dihati ini, perkataannya pun sedikit menyindir aku yaitu kita sama-sama saling mengakui dan itu dia ucapkan sampai 2x entah dia bermaksud menyindir aku atau tidak tapi yang jelas aku tersinggung. Dia juga sedikit bercerita tentang itu cewek dan dia kasih liat foto ceweknya itu ke kakak rohani aku dan mereka hanyut dalam pembicaraan tentang itu cewek dan seketika aku merasa sedang berada di planet lain karena hingga beberapa waktu mereka lupa dengan kehadiranku. Aku beberapa kali menarik nafasku dalam-dalam dan menjaga sikapku agar tak terlihat cemburu. Dan ketika aku bilang aku mau liat dong kak tapi dia nggak mau kasih liat tapi akhirnya dia kasih liat juga fotonya dan aku berkomentar cantik.
Setelah dia kasih liat foto ceweknya, dia kasih liat aku foto dia sambil bilang ini orang keren atau ganteng gitu, orang yang pernah sayang sama kamu sambungnya dan aku hanya bisa berkata nggak kenal. Dia kasih liat lagi fotonya yang lain dan bilang, siapa tau orang ini masih sayang sama kamu dan aku hanya bisa memberikan jawaban yang sama yaitu nggak kenal. Entah apa maksudnya yang pasti aku benar-benar merasa dipermainkan sama dia, pikiran aku kacau, aku galau, kesel, kecewa, marah, sedih semua bercampur jadi sampai aku meneteskan air mata karena ingatan tentang kejadian barusan selalu terputar dikepalaku berulang-ulang kali sehingga membuatku terjaga semaleman.
Dan hari ini aku merasa lelah, tidak semangat dan ngantuk banget yang pasti. Bahkan aku masih merasakan kekecewaan hingga tanpa aku sadari aku merasakan air asin dan air mataku pun menetes beberapa kali hari ini. Aku bertekad untuk benar-benar melupakannya sekarang, aku juga sudah meng"hide" aplikasi facebook dan messenger di hp ku agar aku nggak stalk facebook mereka lagi. Semua chat, screenshoot dan foto-fotonya sudah aku hapus semuanya. Saat ini yang aku inginkan adalah cepat-cepat melupakannya. Aku tidak ingin dia melukai hatiku lagi dan aku tidak akan mengizjinkannya, aku tahu dia baik tapi dia bukan yang terbaik buat aku.
Minggu, 08 Mei 2016
Selasa, 03 Mei 2016
Sakit Untuk Yang Kesekian Kalinya
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat.. Yes, time flies so fast! Walau waktu silih berganti, musim panas berganti dengan musim hujan, jam berganti hari, hari berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun. Akan tetapi, hatiku tetap memilihmu. Aku sudah mencoba untuk tidak perduli terhadapmu, bahkan rasa kangen yang begitu luar biasa merasuki ku aku hanya bisa memendam rasa itu, biar rasa itu aku yang rasa karena aku tahu kamu sudah tidak memiliki hal yang sama hingga luka yang kau berikan ini menjadi kering seiring berjalannya waktu.
Tadi malam (3 Mei 2016), salah seorang kakak pembina rohani aku bbm dan tiba-tiba saja dia membahas soal hubunganku dengan Andreas. Dia menanyakan apa yang telah terjadi satu tahun lalu itu dan pada akhirnya aku mulai bercerita tentang yang sebenarnya, ya sebenar-benarnya. Dulu, aku sangat tidak suka dengannya, karena menurutku kata-katanya yang terdengar kasar alias ceplas-ceplos kalo ngomong dan ada tinggi hati kalau dilihat dari gaya bicaranya. Lelaki itu bernama Andreas, ia memulai hubungannya dengan aku dengan chat lewat facebook aku awalnya aku tidak mau meladeni dia akan tetapi karena dia kenal sama tante dan kakak pembina aku jadi aku tidak enak jika cuekin dia akhirnya kita mulai berkenalan. Karena menurutku agak ribet kalau chat via facebook aku pun memutuskan untuk minta pin bb dia ke salah satu tanteku dimana tanteku kenal dengannya karena dia suka bawa kotbah di persekutuan komplek rumah dimana aku tinggal. Ok, back to topic, selama kita chat dia selalu ingin menjemputku pulang kantor dan aku selalu menolaknya, aku menolak karena aku tidak punya perasaan apapun terhadapnya dan semakin hari dia mulai mengatakan kalau dia suka sama aku dan aku jawab dengan candaan iyalah kamu suka sama aku, kalo kamu nggak suka mana mau kamu bertemen sama aku dan dia pun menjawab iya juga ya. Hahahaha, suatu jawaban yang sangat gamang menurutku.
Waktu terus berlalu dan dia pun semakin hari bilang kalau dia sayang terhadapku dan saat itu pun aku terdiam, aku mencoba bertanya pada hatiku, apakah aku ada feeling sama dia? Jujur, aku mulai merasa nyaman dan semenjak dia hadir dalam hidupku, aku mulai merasakan hari-hariku berbeda dengan biasanya. Tapi, aku tetap tidak merasakan cinta itu dalam hatiku sehingga aku menjawab aku uda anggap kamu seperti kakak aku sendiri dan aku gak ada perasaan apa-apa sama kamu. Ternyata kegigihannya tidak sampai disitu, ketika aku pameran di MKG (Mall Kelapa Gading), dia rela jemput aku jelas-jelas itu mall tempatnya jauh banget dari rumahnya dan malam itu kesel banget sama dia, kesel pake banget gimana nggak coba, aku uda info ke dia paginya, aku pameran di MKG 2 ya kak, iya katanya. Siangnya aku bilang lagi inget di MKG 2, dia bilang iya dan malam harinya, aku tanya dia dimana? Aku sebentar lagi uda mau pulang waktu itu kira-kira uda hampir jam 9 malem dan dia bilang dia uda sampe dan lagi nyari booth aku dan aku jelasinlah booth aku posisinya dimana. Setengah jam berlalu tapi batang hidungnya belum kelihatan disekitaran akhirnya aku telepon dia lagi dan nggak diangkat-angkat dan singkat cerita, dia tiba jam 10 lewat bahkan hampir jam 10.30 dia tiba dan kemarahan aku memuncak. Untung supir kantor baik mau nemenin aku sampe dia dateng padahal aku uda bilang, aku ikut mobil kantor aja pulangnya, biar aja dia aku tinggal.
Sepanjang perjalanan pulang, dia berusaha menjelaskan kenapa dia telat dan ternyata dia salah masuk mall. Bodoh hanya itu yang terlontar dari mulutku. Dan dia balas iya aku bodoh. Aku tahu kata-kataku tadi kasar dan mengingat perjuangan dia akhirnya hatiku melunak dan sebelum dia mengantarku sampai rumah, aku ajak dia mampir ke McD karena aku lapar dan aku tahu dia lelah. Rencana mau sampe rumah cepet ternyata jam 11.30an juga aku tiba dirumah. Dari situ dia sering jemput aku dan bahkan terkadang aku yang minta dijemput. Hehehe
Malam itu, tepatnya tanggal 16 Juli 2015 merupakan hari yang tidak aku duga, dia menyatakan perasaannya padaku. Ciyee yang ditembak.. Untung nggak metong yak.. Wkwkwk. Ya, dia menyatakan perasaannya padaku, dia meraih tangan kananku dan dia berlutut didepanku, so sweeeettt banget ya dan harusnya aku senang karena sebentar lagi aku punya pasangan dan nggak jomblo lagi tapi tidak denganku, perasaanku merasakan yang sebaliknya, aku hanya bisa diam mencerna kata-katanya lalu aku berkata sebenernya aku uda nyaman sama kakak, aku juga sayang sama kakak dan dia bilang berarti kita -tidak sela ku. Kakak mau kan nunggu aku? Karena aku harus memastikan lagi perasaanku yang sebenarnya karena aku mau hubungan yang serius dan dia bilang iya, aku juga mau serius sama kamu, lalu mencium punggung tangan kananku.
Esok harinya, bangun tidur aku langsung cek hpku karena biasanya dia selalu menyapaku dipagi hari hingga mataku terpejam kembali kami selalu berkomunikasi via bbm kalau memang tidak bisa bertemu. Akan tetapi, aku tidak menemukan nama dia diurutan bbm yang masuk. Dia tidak menyapaku pagi ini akhirnya aku yg chat dia duluan, sekali-sekali tak apalah aku yang chat dia duluan dan dia jawab bbm aku singkat, sesingkat-singkatnya, aku telepon juga gitu ingin cepat-cepat mengakhiri pembicaraan dan akhirnya aku tahu ada yang salah, ya pasti ada sesuatu yang tidak beres dan bencinya aku tidak tahu apa itu.
Mau tidak mau aku bertanya ada apa dengan dia? Dan dia bilang tidak ada apa-apa akan tetapi sikapnya dia jelas menunjukkan ada apa hingga beberapa hari kedepan dia masih tetap begitu, menghindar dariku. Aku lelah dan nggak tau mau bersikap seperti apa dan jujur aku galau, sempat aku berpikir yang tidak-tidak tentangnya ya, dia hanya mempermainkan perasaanku, dia hanya penasaran saja sama aku, dia nggak bener-bener sayang sama aku, pikiran-pikiran itu terus muncul dibenakku membuatku nangis sejadi-jadinya. Sakit, hanya kata itu yang bisa menggambarkan perasaanku saat itu. Sakit. Tapi, aku tidak menyerah sampai disitu, aku terus hubungi Andreas sampai pada akhirnya dia menyerah dan dia menceritakannya padaku.
Dia bilang kalau ada yang bilang ke mentornya kalau dia suka jemput aku dan pada akhirnya dia ditegor sama mentornya, dibilang nggak fokus pelayanan, dsb. Dan orang itu adalah tanteku sendiri. Tanteku kenal banget sama mentornya dan waktu itu memang bilang kalau Andreas suka jemput aku dan mentornya bilang oh ya, kok bisa? kan searah pulang dari kantor dia ke kantor aku kak, dan mentornya bilang oh iya gapapalah kan searah ini dan aku bener-bener nggak nyangka omongan ringan itu memiliki efek yang begitu besar terhadap hubungan kita dan Andreas bilang trus kamu bilang apa? Dan salahnya aku bilang aku gak bilang apa-apa karena kondisi fisikku lagi kurang fit dan aku sampai mun*ah waktu kita (mentornya, tanteku dan aku) lagi makan malem dan Andreas marah dan dia berkata dia nggak mau kalau ada orang yang ikut campur dalam hubungan kita. Dia juga berpesan, kalau ada lelaki yang deketin aku lagi, jangan sampai masalah seperti ini terulang lagi. Aku tahu dia mundur dan aku nggak mau itu terjadi, aku nggak mau kehilangan dia karena aku sayang banget sama dia, jadi aku bbm seperti itu ke dia dan dia bales aku juga sayang sama kamu.
Setelah kejadian itu, dia mulai menjauh dari aku hanya sesekali aja kita bbm an itu juga hanya membicarakan hal-hal ringan. Seiring waktu berjalan aku pun mulai belajar menerima ini semua dan aku memutuskan untuk tidak berhubungan dengannya dulu karena aku mau memulihkan hati aku, akan tetapi Andreas nggak mau, dia nggak mengizinkan hal itu terjadi, kita berdoa aja kalau emang berjodoh biar Tuhan buka jalan dan akhirnya aku mengurungkan niatku. Tidak mudah bagiku untuk move on dari seseorang yang aku sayang apa lagi aku tipe orang yang tidak mudah jatuh cinta. Hari-hari yang aku lalui begitu kelabu, aku belum terbiasa tanpa kehadiarannya dihidupku. Biasanya kalau kangen tinggal bilang sekarang aku tidak bisa melakukan hal itu lagi dan itu semua aku pendam sendiri hingga dadaku terasa sesak karena tidak bisa menanggung itu semua sendiri, terkadang ada keinginan untuk bbm dia duluan jika memang rasa kangen ini tak tertahankan akan tetapi aku mengurungkan niatku dan disaat yang bersamaan ada chat masuk dari dia, seolah-olah dia juga merasakan hal yang sama.
Diawal tahun 2016 ini, sewaktu dia pulang ke Medan, dia ada bbm aku, tiba-tiba nanya aku uda move on apa belum? Pasti uda bisa move on kan? Lalu aku tanya kakak masih sayang sama aku? Dia bilang sayang sebagai apa? Kalau cinta sudah nggak lagi. Disaat itu luka yang sudah mau pulih itu menjadi basah kembali, begitu menyakitkan. Lalu aku bilang aku juga, tapi aku masih sayang sama kakak. Kamu harus bisa melupakan semuanya dan kamu pasti dapat yang terbaik kok. Aku hanya bisa membalas, tenang aja hati aku kuat kok. Selang beberapa waktu kejadian seperti ini terulang lagi dia bilang anggap aja diantara kita nggak terjadi apa-apa ketika dia menanyakan kabarku dan jawaban yang aku berikan tidak seperti biasanya, aku bilang nggak usah sapa-sapa aku lagi. Karena aku berpikir, aku harus bisa lupain dia dan aku nggak mau hati aku terluka lagi untuk kesekian kalinya olehnya. Dan semenjak itu, dia bener-bener jaga jarak denganku, disatu sisi aku senang tapi disisi lain aku sedih karena dia menjauh dari aku.
Hingga kini, aku sudah terbiasa tanpa dia dan mulai menjalani hidupku seperti sedia kala walau kadang perasaan itu suka muncul tiba-tiba dan itu sangat mengesalkan! Dan setelah aku menceritakan semua ke kakak rohani aku itu, dan aku bertanya balik ke dia bagaimana cerita Andreas ke dia? Dan jawabannya sama persis dan dia bilang kalau Andreas itu gak main-main sayang sama aku cuma yang membuat dia kecewa adalah kenapa belum apa-apa mentornya dia uda tau duluan dan dia nggak enak sama mentornya dan satu lagi, dia merasa dia berjuang sendiri dan merasa kalo aku nggak memihak ke dia, harusnya aku bilang kalau aku yang minta jemput sama dia gitu kata mentorku. Jujur, sampai detik ini aku masih sayang sama Andreas walau aku tahu aku sudah tidak bertahta dihatinya lagi saat ini, posisiku sudah tergantikan oleh gadis lain dan mendengar itu semua luka ini menjadi sangat basah dan terasa begitu perih dan sakit. Aku juga kecewa kenapa dia nggak menjelaskan itu semua ke aku? Dia berharap aku mengetahui apa keinginan dia sedangkan dia nggak pernah kasih penjelasan apa-apa ke aku, sinting! Aku bukan cenayang yang bisa membaca pikiran orang. Dan andai dia jelasin semua waktu itu maka aku bisa memberikan klarifikasi ke mentornya dan bukannya malah mundur. Aku pun tak tinggal diam, walau aku tahu apa yang akan aku lakukan tidak akan membuahkan hasil apa-apa akan tetapi aku tetap tidak enak sama mentornya akhirnya aku sms mentornya aku bilang kalau aku mau klarifikasi omongan tanteku yang bilang kalau Andreas suka jemput aku, sebenernya aku yang minta dia jemput kak. Atas pengertiannya, aku ucapkan terima kasih. Gbu
Andai Tuhan memberikan aku kesempatan kedua, aku ingin memulai dengannya dari nol lagi, dari awal lagi karena dia masih tetap tinggal dihati aku walau terkadang aku bilang sama orang-orang aku uda move on karena aku nggak mau terlihat lemah dimata Andreas.
Langganan:
Postingan (Atom)