Senin, 24 Agustus 2015

Someone I loved

To : Someone I loved

Aku suka banget nulis dan pernah berharap suatu hari nanti jadi penulis tapi kayaknya nggak bakat deh, haha. Ini aku ada sedikit nulis tentang awal pertemuan kita, nggak ada maksud apa-apa kok cuma sekedar mengisi jam kosong dikantor aja, dibaca ya.

Aku tidak bisa mengingat kapan dan bagaimana kita bisa bertemu dan tak ada yang menarik sama sekali dari kakak yang dapat membuat aku memperhatikanmu dan hal itu pun berlanjut hingga kakak mulai mendekatiku dengan cara-cara yang aneh dan sedikit memaksa jelas-jelas aku sudah bilang bisa pulang sendiri tapi kakak tetap saja mau jemput aku dan akhirnya aku pun menyerah untuk menolak ajakan kakak itu bahkan saat aku pulang dari travel fair yang letaknya sangat jauh dari rumahku sampai kakak nyasar salah mall. Lama kelamaan kebiasaan itu menjadi hal biasa bagiku, bahkan terkadang aku sendiri yang minta dijemput, hehe. Aku sudah menggangap kamu seperti kakakku sendiri, maklum aku yang merupakan anak pertama dan aku sangat ingin punya kakak lelaki karena sosok lelaki itu selalu melindungi para perempuan. Kembali lagi ke ceritaku, hingga semakin hari kami semakin sering bertemu dan semakin dekat.

Sampai suatu hari, kakak mengatakan kalau kakak suka sama aku, lalu aku menampisnya dengan jawaban “ya iyalah, kakak suka sama aku, kalau nggak suka mana mau kakak berteman sama aku” lalu dia menjawab “ooo ya” selain itu juga kakak selalu menjawab dengan “ooo begitu” hingga kakak pun gemar menambahkan kata “manis” dibelakang namaku, seperti “…, Tasha yang manis” atau “…, Tasha yang baik hati.”

Selain kata suka, kakak juga mengucapkan kalimat “aku sayang sama kamu,aku cinta sama kamu”  lewat bbm ataupun message di facebook hingga aku menantangnya dengan kalimat sakti agar kakak menyatakan perasaannya secara langsung, yaitu “masa sih? Kalo ketemu kenapa nggak ngomong langsung?” dan kakak pun menjawab “belum waktunya”, walau aku tahu jawaban yang akan kakak dapatkan itu sangat menyakiti perasaan kakak karena aku tidak punya perasaan yang sama ke kakak (berbicara dalam hati). Hingga aku putuskan untuk memberitahu kalau aku tidak baik untukknya, aku tidak bisa masak, tidak bisa mencuci pakaian bahkan aku tidak bisa seterika baju. Aku bukan calon ibu rumah tangga yang baik dan segala keburukanku aku sebutkan dengan maksud supaya kakak tidak mendekatiku lagi. Akan tetapi kakak jawab “bagi aku, kamu yang terbaik buat aku.” Jawaban itu sungguh menyentuh hati seharusnya tapi tidak bagiku  

Meski kakak bersikeras dan tetap mendekati aku dengan segudang perhatian yang kakak berikan dan disitu aku melihat ketulusan cinta kakak dan melihat segala pengorbanan kakak itu yang membuat aku membuka hati aku. Sampai suatu malam, tepatnya hari Kamis, 16 Juli 2015 kakak menyatakan perasaan kakak ke aku di teras rumahku dan aku hanya bisa terdiam karena bibirku terasa kelu, dan suasana hening seketika dan aku pun tiba-tiba air mata menumpuk dipelupuk mata secara tidak sadar lalu aku bilang “jujur ya kak, aku nyaman banget sama kakak tapi aku nggak bisa jawab sekarang karena semua ini masih terlalu cepat. Kakak mau menunggu aku?” (sebenarnya ada perasaan sayang tapi aku ragu apakah rasa sayang itu hanya sebagai kakak atau aku benar-benar tulus mencintai dia?) dan kakak berkata “sampai kapan aku harus menunggu?”, “beberapa bulan kedepan mungkin” jawabku. Lalu kakak bilang kalau kakak mau menunggu aku.

Akan tetapi, setelah kejadian malam itu, aku merasa ada yang berubah dari diri kakak mulai dari kurangnya perhatian sampai sikap kakak yang hampir membuat aku gila karena kakak seolah menghindariku tanpa aku apa penyebabnya hingga beberapa hari ke depan aku merasa ada yang tidak beres dalam hubungan kita sehingga aku memberanikan diri untuk menelpon kakak karena hati dan pikiranku sudah lelah menghadapi tingkah laku kakak dan kamu hanya mengatakan kalau kamu sedang berdiam diri dan mau fokus pelayanan hanya itu alasannya mengapa kakak perlakukan aku seperti itu. Sungguh alasan yang tak masuk akal pikirku karena selama ini nggak ada masalah sama sekali karena memang hubungan kita nggak mengganggu pelayanan kakak sama sekali. Otak dan hatiku ngeband alias berteriak-teriak tidak bisa terima apa yang kakak katakan. Saat itu, aku pun menyadari kalau aku kehilangan kakak dan benar-benar merasakan sakit hati dan disitulah aku baru tahu kalau sebenarnya aku sayang sama dia. Perasaanku menjadi tak karuan, sedih, kecewa, putus asa, kesal, sayang, dan lain sebagainya bercampur aduk menjadi satu. Dan kejadian beberapa tahun lalu muncul begitu saja. Dulu, aku pernah dekat dengan seseorang dari mulai aku masih SMA sampai aku kuliah, sebenarnya tidak terjadi apa-apa sampai dia bilang kalau aku dia sudah nyaman sama aku, sayang sama aku, dan berbagai kata-kata gombal lainnya.

Memang aku menyukainya dan aku menunggunya bertahun-tahun lamanya bahkan aku memendam rasa sayang ke dia selama kurang lebih 5 tahun dan saat dia berkata dia sayang sama aku, jujur, aku senang bukan main dan aku juga mengutarakan perasaan aku ke dia akan tetapi cinta tak semanis madu, dia langsung menghindar dan bahkan langsung menjauhiku tanpa alasan yang jelas dan dia meninggalkan aku begitu saja. Dan, kali ini aku merasakan hal itu kembali, perlakuan kakak ke aku yang menutup diri, tidak mau memberitahukan aku alasan kenapa kakak menjauhi aku? Membuat aku merasa kalau aku tuh bodoh, kok bisa-bisanya untuk kedua kalinya aku jatuh dilubang yang sama dan pandanganku mengenai laki-laki itu semua sama! Ya, semua laki-laki itu sama saja kelakuannya mau yang brengsek sampai yang dekat sama Tuhan sekalipun sama saja. Itu yang ada dipikiran aku saat itu kak dan jujur aku kesel dan kecewa sama sikap kakak yang seperti itu karena aku merasa kakak hanya mempermainkan perasaan aku dan sebenarnya kakak hanya penasaran saja sama aku makanya begitu kakak tahu tentang perasaan aku, kakak langsung ninggalin aku.

Dan respon ku terhadap masalah ini salah dan masih sama dengan yang dulu pernah aku lakukan dengan si PHP itu yaitu aku menghapus kontak kakak bahkan memblokir semua social media yang berhubungan dengan kakak, karena aku pikir itu adalah cara paling ampuh untuk cepat melupakan seseorang dan aku tahu itu sangat kekanak-kanakan, karena aku tidak bisa berpikir dengan jernih saat itu akan tetapi aku diingatkan untuk meresponi masalah ini dengan cara yang berbeda karena aku tahu banget ini ujian dari Tuhan untuk mendewasakan aku dan membawa aku naik ke level yang lebih tinggi, aku baru sadar kalau aku tetap salah meresponi masalah ini, aku tidak akan lulus dan akan dicobai lagi, lagi dan lagi dengan masalah yang sama sampai lulus uji dihadapan Tuhan.

Aku pun mulai membuka blokiran social media kakak dan meminta maaf atas respon aku yang salah dan dia pun meminta maaf sehingga terjadi pemulihan dalam hubungan kita dan akhirnya kakak pun memberitahu alasan mengapa kakak menghindar dari aku dan apapun itu alasan kakak aku terima dengan senang hati kok. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama ya kak. Walau dalam perjalanannya, aku terkadang merasa tidak sanggup bertahan dalam keadaan seperti ini. Terkadang aku bertanya “kamu lagi ngapain? Lagi dimana? Pelayanan dimana? Sudah makan atau belum? Sudah sampai dirumah?” akan tetapi jawaban yang aku dapat dari kakak selalu terkesan dingin dan hawa-hawanya menghindar masih terasa sehingga lama-kelamaan keingintahuan aku mengenai kakak harus aku simpan sendiri. Rasa rindu aku ke kakak sebisa mungkin aku pendam sendiri kak, dan itu sakit. Aku berusaha untuk tidak menghubungi kakak selama beberapa hari sampai kakak menyapa aku duluan walau hanya lewat bbm (Sabtu, 8 Agustus 2015) itu aku senang banget kak karena aku sama sekali tidak menyangka kakak akan bbm aku duluan karena sudah lama banget kakak nggak nyapa aku duluan padahal aku sudah memutuskan untuk nggak menghubungi kakak lagi karena memang aku tidak mau mengganggu kakak lagi dan menghalangi pelayanan kakak apalagi kakak mengatakan lagi berdiam diri dan ingin menenangkan pikiran. Ya walau kadang masih suka hubungin kakak sih hehe.

 

Kak, kakak itu secara tidak langsung sudah membuat aku berubah menjadi pribadi yang lebih baik tahu nggak? Pasti nggak tahu lah haha, mulai dari kebiasaan aku baca novel berubah jadi baca buku rohani bukan cuma baca tapi beli (secara nggak gitu suka beli buku) haha dan saat teduh yang tadinya masih bolong-bolong sekarang menjadi rutin setiap pagi. Tapi jangan GR dulu ya, aku berubah bukan karena kakak! Ingat itu, bukan karena kakak. Tapi karena aku mau menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, aku sadar masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam hidupku dan aku mau merubahnya satu per satu agar hidupku jauh lebih baik lagi dan biar rencana Tuhan dapat digenapi dalam hidup aku. Tidak ada sesuatu hal pun yang terjadi dalam hidup kita yang kebetulan dan mungkin Tuhan memakai kakak untuk menegur aku dan mejadikan aku pribadi yang lebih baik lagi.

Terlepas dari itu semua, perasaan aku ke kakak masih sama, aku masih sayang sama kakak entah sampai kapan kakak ada didalam hati aku? Biarlah waktu yang akan menjawabnya sambil aku meneruskan hidup ini #eeaaaa hahaha. Satu lagi kak, soal status in relationship aku di facebook, itu aku sengaja rubah karena aku mau dijodohin sama tante aku dan aku nggak mau dijodoh-jodohin dan aku mau kakak tahu itu biar nggak ada kesalahpahaman diantara kita dan ini merupakan bagian dari akhir cerita aku :

Maaf jika ada perbuatan aku yang menyakiti kakak..

Maaf jika ada perkataan aku yang melukai perasaan kakak..

Maaf jika sikap aku membuat kakak nggak nyaman..

Maaf jika aku suka nuntut kakak ini & itu..

Maaf jika sifat dan kelakuan aku masih kekanak-kanakan..

Maaf kalau sikap aku suka membuat kakak bingung..

Maaf kalau aku masih suka menghubungi atau mengganggu hidup kakak karena semuanya butuh proses.. Dan..

Terima kasih kak buat semuanya yang udah kakak lakukan untuk aku..

Terima kasih untuk kebaikan, kejujuran dan ketulusan hati kakak..

Terima kasih untuk semua pengorbanan dan kesabaran yang kakak tunjukkan ke aku..

Terima kasih untuk semua perhatian yang kakak kasih untukku..

Terima kasih untuk rasa suka, sayang dan cinta yang udah kakak berikan buat aku..

Terima kasih karena melalui kehadiran kakak yang singkat ini dihidupku udah membuat hidup aku lebih baik lagi..

Terima kasih untuk segalanya kak.. 

Sukses selalu ya kak dalam pelayanannya di Jakarta dan untuk tahun-tahun kedepannya dimanapun kakak ditempatkan agar selalu bisa jadi berkat, jadi suratan yang terbuka bagi banyak orang agar banyak orang dimenangkan melalui pelayanan kakak. Gbu always kak.

 

Salam,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar