To : Someone I loved
Aku
suka banget nulis dan pernah berharap suatu hari nanti jadi penulis tapi
kayaknya nggak bakat deh, haha. Ini aku ada sedikit nulis tentang awal
pertemuan kita, nggak ada maksud apa-apa kok cuma sekedar mengisi jam kosong dikantor
aja, dibaca ya.
Aku
tidak bisa mengingat kapan dan bagaimana kita bisa bertemu dan tak ada yang
menarik sama sekali dari kakak yang dapat membuat aku memperhatikanmu dan hal
itu pun berlanjut hingga kakak mulai mendekatiku dengan cara-cara yang aneh dan
sedikit memaksa jelas-jelas aku sudah bilang bisa pulang sendiri tapi kakak
tetap saja mau jemput aku dan akhirnya aku pun menyerah untuk menolak ajakan
kakak itu bahkan saat aku pulang dari travel fair yang letaknya sangat jauh
dari rumahku sampai kakak nyasar salah mall. Lama
kelamaan kebiasaan itu menjadi hal biasa bagiku, bahkan terkadang aku sendiri yang
minta dijemput, hehe. Aku sudah menggangap kamu seperti kakakku sendiri, maklum
aku yang merupakan anak pertama dan aku sangat ingin punya kakak lelaki karena
sosok lelaki itu selalu melindungi para perempuan. Kembali lagi ke ceritaku,
hingga semakin hari kami semakin sering bertemu dan semakin dekat.
Sampai
suatu hari, kakak mengatakan kalau kakak suka sama aku, lalu aku menampisnya
dengan jawaban “ya iyalah, kakak suka sama aku, kalau nggak suka mana mau kakak
berteman sama aku” lalu dia menjawab “ooo ya” selain itu juga kakak selalu
menjawab dengan “ooo begitu” hingga kakak pun gemar menambahkan kata “manis”
dibelakang namaku, seperti “…, Tasha yang manis” atau “…, Tasha yang baik hati.”
Selain
kata suka, kakak juga mengucapkan kalimat “aku sayang sama kamu,aku
cinta sama kamu” lewat bbm ataupun
message di facebook hingga aku menantangnya dengan kalimat sakti agar kakak
menyatakan perasaannya secara langsung, yaitu “masa sih? Kalo ketemu kenapa nggak
ngomong langsung?” dan kakak pun menjawab “belum waktunya”, walau aku tahu
jawaban yang akan kakak dapatkan itu sangat menyakiti perasaan kakak karena aku
tidak punya perasaan yang sama ke kakak (berbicara dalam hati). Hingga
aku putuskan untuk memberitahu kalau aku tidak baik untukknya, aku tidak bisa
masak, tidak bisa mencuci pakaian bahkan aku tidak bisa seterika baju. Aku
bukan calon ibu rumah tangga yang baik dan segala keburukanku aku sebutkan
dengan maksud supaya kakak tidak mendekatiku lagi. Akan tetapi kakak jawab
“bagi aku, kamu yang terbaik buat aku.” Jawaban itu sungguh menyentuh hati seharusnya
tapi tidak bagiku
Meski kakak bersikeras dan tetap mendekati aku dengan segudang perhatian yang kakak berikan dan disitu aku
melihat ketulusan cinta kakak dan melihat segala pengorbanan kakak itu yang
membuat aku membuka hati aku. Sampai
suatu malam, tepatnya hari Kamis, 16 Juli 2015 kakak menyatakan perasaan kakak
ke aku di teras rumahku dan aku hanya bisa terdiam karena bibirku terasa kelu,
dan suasana hening seketika dan aku pun tiba-tiba air mata menumpuk dipelupuk
mata secara tidak sadar lalu aku bilang “jujur ya kak, aku nyaman banget sama
kakak tapi aku nggak bisa jawab sekarang karena semua ini masih terlalu cepat.
Kakak mau menunggu aku?” (sebenarnya ada perasaan sayang tapi aku ragu apakah
rasa sayang itu hanya sebagai kakak atau aku benar-benar tulus mencintai dia?) dan
kakak berkata “sampai kapan aku harus menunggu?”, “beberapa bulan kedepan
mungkin” jawabku. Lalu kakak bilang kalau kakak mau menunggu aku.
Akan
tetapi, setelah kejadian malam itu, aku merasa ada yang berubah dari diri kakak
mulai dari kurangnya perhatian sampai sikap kakak yang hampir membuat aku gila karena kakak seolah menghindariku tanpa aku apa penyebabnya hingga beberapa hari ke
depan aku merasa ada yang tidak beres dalam hubungan kita sehingga aku memberanikan
diri untuk menelpon kakak karena hati dan pikiranku sudah lelah menghadapi
tingkah laku kakak dan kamu hanya mengatakan kalau kamu sedang berdiam diri dan
mau fokus pelayanan hanya itu alasannya mengapa kakak perlakukan aku seperti
itu. Sungguh alasan yang tak masuk akal pikirku karena selama ini nggak ada masalah sama sekali karena memang hubungan kita nggak mengganggu pelayanan kakak sama sekali. Otak
dan hatiku ngeband alias berteriak-teriak tidak bisa terima apa yang kakak
katakan. Saat itu, aku pun menyadari kalau aku kehilangan kakak dan benar-benar
merasakan sakit hati dan disitulah aku baru tahu kalau sebenarnya aku sayang
sama dia. Perasaanku menjadi tak karuan, sedih, kecewa, putus asa,
kesal, sayang, dan lain sebagainya bercampur aduk menjadi satu. Dan kejadian
beberapa tahun lalu muncul begitu saja. Dulu, aku pernah dekat dengan seseorang
dari mulai aku masih SMA sampai aku kuliah, sebenarnya tidak terjadi apa-apa
sampai dia bilang kalau aku dia sudah nyaman sama aku, sayang sama aku, dan
berbagai kata-kata gombal lainnya.
Memang
aku menyukainya dan aku menunggunya bertahun-tahun lamanya bahkan aku memendam
rasa sayang ke dia selama kurang lebih 5 tahun dan saat dia berkata dia sayang sama aku, jujur, aku senang bukan
main dan aku juga mengutarakan perasaan aku ke dia akan tetapi cinta tak
semanis madu, dia langsung menghindar dan bahkan langsung menjauhiku tanpa
alasan yang jelas dan dia meninggalkan aku begitu saja. Dan, kali ini aku
merasakan hal itu kembali, perlakuan kakak ke aku yang menutup diri, tidak mau
memberitahukan aku alasan kenapa kakak menjauhi aku? Membuat aku merasa kalau
aku tuh bodoh, kok bisa-bisanya untuk kedua kalinya aku jatuh dilubang yang
sama dan pandanganku mengenai laki-laki itu semua sama! Ya, semua laki-laki itu
sama saja kelakuannya mau yang brengsek sampai yang dekat sama Tuhan sekalipun
sama saja. Itu yang ada dipikiran aku saat itu kak dan jujur aku kesel dan
kecewa sama sikap kakak yang seperti itu karena aku merasa kakak hanya mempermainkan
perasaan aku dan sebenarnya kakak hanya penasaran saja sama aku makanya begitu
kakak tahu tentang perasaan aku, kakak langsung ninggalin aku.
Dan
respon ku terhadap masalah ini salah dan masih sama dengan yang dulu pernah
aku lakukan dengan si PHP itu yaitu aku menghapus kontak kakak bahkan memblokir
semua social media yang berhubungan dengan kakak, karena aku pikir itu adalah cara paling ampuh untuk cepat melupakan seseorang dan aku tahu itu sangat
kekanak-kanakan, karena aku tidak bisa berpikir dengan jernih saat itu akan tetapi aku
diingatkan untuk meresponi masalah ini dengan cara yang berbeda karena aku tahu
banget ini ujian dari Tuhan untuk mendewasakan aku dan membawa aku naik ke
level yang lebih tinggi, aku baru sadar kalau aku tetap salah meresponi masalah
ini, aku tidak akan lulus dan akan dicobai lagi, lagi dan lagi dengan masalah
yang sama sampai lulus uji dihadapan Tuhan.
Aku
pun mulai membuka blokiran social media kakak dan meminta maaf atas respon aku
yang salah dan dia pun meminta maaf sehingga terjadi pemulihan dalam hubungan
kita dan akhirnya kakak pun memberitahu alasan mengapa kakak menghindar dari aku
dan apapun itu alasan kakak aku terima dengan senang hati kok. Mungkin kita
memang tidak ditakdirkan untuk bersama ya kak. Walau
dalam perjalanannya, aku terkadang merasa tidak sanggup bertahan dalam keadaan
seperti ini. Terkadang aku bertanya “kamu lagi ngapain? Lagi dimana? Pelayanan
dimana? Sudah makan atau belum? Sudah sampai dirumah?” akan tetapi jawaban yang
aku dapat dari kakak selalu terkesan dingin dan hawa-hawanya menghindar
masih terasa sehingga lama-kelamaan keingintahuan aku mengenai kakak harus aku simpan
sendiri. Rasa rindu aku ke kakak sebisa mungkin aku pendam sendiri kak, dan itu
sakit. Aku berusaha untuk tidak menghubungi kakak selama beberapa hari sampai
kakak menyapa aku duluan walau hanya lewat bbm (Sabtu, 8 Agustus 2015) itu aku
senang banget kak karena aku sama sekali tidak menyangka kakak akan bbm aku
duluan karena sudah lama banget kakak nggak nyapa aku duluan padahal aku sudah memutuskan
untuk nggak menghubungi kakak lagi karena memang aku tidak mau mengganggu kakak
lagi dan menghalangi pelayanan kakak apalagi kakak mengatakan lagi berdiam diri
dan ingin menenangkan pikiran. Ya walau kadang masih suka hubungin kakak sih
hehe.
Kak,
kakak itu secara tidak langsung sudah membuat aku berubah menjadi pribadi yang
lebih baik tahu nggak? Pasti nggak tahu lah haha, mulai dari kebiasaan aku baca
novel berubah jadi baca buku rohani bukan cuma baca tapi beli (secara nggak
gitu suka beli buku) haha dan saat teduh yang tadinya masih bolong-bolong
sekarang menjadi rutin setiap pagi. Tapi
jangan GR dulu ya, aku berubah bukan karena kakak! Ingat itu, bukan karena
kakak. Tapi karena aku mau menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari,
aku sadar masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam hidupku dan aku mau
merubahnya satu per satu agar hidupku jauh lebih baik lagi dan biar rencana
Tuhan dapat digenapi dalam hidup aku. Tidak ada sesuatu hal pun yang terjadi
dalam hidup kita yang kebetulan dan mungkin Tuhan memakai kakak untuk menegur aku
dan mejadikan aku pribadi yang lebih baik lagi.
Terlepas
dari itu semua, perasaan aku ke kakak masih sama, aku masih sayang sama kakak entah
sampai kapan kakak ada didalam hati aku? Biarlah waktu yang akan menjawabnya
sambil aku meneruskan hidup ini #eeaaaa hahaha. Satu lagi kak, soal status in
relationship aku di facebook, itu aku sengaja rubah karena aku mau dijodohin
sama tante aku dan aku nggak mau dijodoh-jodohin dan aku mau kakak tahu itu biar nggak ada kesalahpahaman diantara kita dan ini merupakan bagian dari
akhir cerita aku :
Maaf jika ada perbuatan aku yang menyakiti kakak..
Maaf jika ada perkataan aku yang melukai perasaan kakak..
Maaf jika sikap aku membuat kakak nggak nyaman..
Maaf jika aku suka nuntut kakak ini & itu..
Maaf jika sifat dan kelakuan aku masih kekanak-kanakan..
Maaf kalau sikap aku suka membuat kakak bingung..
Maaf kalau aku masih suka menghubungi atau mengganggu hidup
kakak karena semuanya butuh proses.. Dan..
Terima kasih kak buat semuanya yang udah kakak lakukan untuk
aku..
Terima kasih untuk kebaikan, kejujuran dan ketulusan hati
kakak..
Terima kasih untuk semua pengorbanan dan kesabaran yang kakak
tunjukkan ke aku..
Terima kasih untuk semua perhatian yang kakak kasih untukku..
Terima kasih untuk rasa suka, sayang dan cinta yang udah kakak
berikan buat aku..
Terima kasih karena melalui kehadiran kakak yang singkat ini
dihidupku udah membuat hidup aku lebih baik lagi..
Terima kasih untuk segalanya kak..
Sukses
selalu ya kak dalam pelayanannya di Jakarta dan untuk tahun-tahun kedepannya
dimanapun kakak ditempatkan agar selalu bisa jadi berkat, jadi suratan yang
terbuka bagi banyak orang agar banyak orang dimenangkan melalui pelayanan
kakak. Gbu always kak.
Salam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar